Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan krusial dalam perekonomian Indonesia, namun seringkali menghadapi tantangan dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan tradisional. PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) hadir sebagai solusi inovatif, memanfaatkan teknologi untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui model pendanaan bersama atau peer-to-peer lending.
Didirikan pada tahun 2016, Akseleran telah menjelma menjadi salah satu platform P2P lending terkemuka di Indonesia, fokus pada pembiayaan produktif bagi UMKM. Dengan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah POJK No. 77/POJK.01/2016 (izin operasional KEP-122/D.05/2019), Akseleran beroperasi dalam kerangka regulasi yang ketat, menjamin keamanan dan transparansi bagi para pengguna.
Profil Perusahaan dan Latar Belakang
Akseleran didirikan pada Januari 2016 sebagai perusahaan swasta. Kepemilikan dan kepemimpinan perusahaan didukung oleh tim eksekutif yang berpengalaman, termasuk Ivan Nikolas Tambunan sebagai CEO & Co-Founder, Mikail Tambunan sebagai CFO & Co-Founder, Christopher Gultom sebagai CIO & Co-Founder, Rassel Pratomo sebagai CTO, Elquino Simanjuntak sebagai CCO, dan Andri Madian sebagai CMO. Akseleran telah berhasil menarik investasi signifikan, termasuk pendanaan Seri A sebesar USD 8,55 juta pada Mei 2020 dari Beenext, dengan partisipasi dari investor terkemuka seperti BCA dan Agaeti VC, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap model bisnisnya.
Model bisnis Akseleran adalah menghubungkan UMKM yang membutuhkan dana produktif, khususnya untuk pembiayaan invoice dan modal kerja, dengan individu maupun institusi yang ingin mendanai dan mendapatkan imbal hasil. Target pasar utama Akseleran adalah UMKM di tahap awal dan pertumbuhan, membantu mereka mengatasi kendala arus kas dan memperluas operasional. Kantor pusat Akseleran berlokasi di Sahid Sudirman Center, Lantai 11, Unit G, Jakarta.
Produk, Suku Bunga, Biaya, dan Persyaratan Pinjaman
Akseleran menawarkan beragam produk pinjaman yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan UMKM:
- Pembiayaan Invoice (Invoice Financing): Solusi cepat untuk UMKM yang memiliki tagihan belum jatuh tempo dari klien terkemuka.
- Pembiayaan Pra-Invoice (Pre-invoice Financing): Mendanai kebutuhan operasional sebelum invoice diterbitkan.
- Pinjaman Modal Kerja (Working-Capital Loans): Mendukung kebutuhan modal sehari-hari perusahaan.
- Pinjaman Jangka Waktu Bisnis (Business Term Loans): Pinjaman dengan jangka waktu tertentu untuk investasi atau ekspansi.
Rincian Pinjaman
- Jumlah Pinjaman: Minimum mulai dari Rp 100 ribu hingga maksimum Rp 5 miliar.
- Jangka Waktu Pinjaman: Umumnya berkisar antara 1 hingga 12 bulan, dengan jadwal pembayaran yang fleksibel (bulanan atau sekali bayar di akhir).
- Suku Bunga Peminjam: Untuk peminjam UMKM, suku bunga dapat berkisar antara 18% hingga 21% per tahun untuk pinjaman berisiko lebih tinggi.
- Imbal Hasil Pemberi Dana: Pemberi dana dapat menikmati imbal hasil tahunan sebesar 9,5% hingga 21% untuk pinjaman UMKM beragunan.
Biaya dan Persyaratan
- Biaya Provisi/Administrasi: Umumnya berkisar antara 0% hingga 3% dari jumlah pinjaman, meskipun angka pastinya tidak selalu diungkapkan secara publik.
- Denda Keterlambatan: Standar industri, sekitar 0,1% hingga 0,2% per hari untuk keterlambatan pembayaran.
- Diskon Pelunasan Awal: Beberapa pinjaman mungkin menawarkan diskon hingga 1% untuk pelunasan lebih awal.
- Persyaratan Agunan: Sekitar 98% portofolio pinjaman Akseleran beragunan, menggunakan aset seperti mesin, piutang, atau inventaris. Pinjaman tanpa agunan tersedia untuk jumlah kecil (di bawah Rp 500 juta) dengan suku bunga yang lebih tinggi.
Proses Aplikasi, Pengalaman Pengguna, dan Status Regulasi
Akseleran mempermudah proses pengajuan pinjaman melalui berbagai saluran digital. Calon peminjam dapat mengajukan melalui aplikasi seluler (tersedia di iOS dan Android) atau situs web. Proses Know Your Customer (KYC) dan penilaian kredit dilakukan secara efisien, menggabungkan verifikasi identitas otomatis, analisis laporan bank, dan kunjungan lapangan untuk UMKM. Akseleran menggunakan sistem penilaian kredit internal yang menggabungkan rasio keuangan, arus transaksi, dan data psikometrik untuk keputusan yang akurat.
Aplikasi Seluler dan Pengalaman Pengguna
Aplikasi seluler Akseleran memiliki lebih dari 5 juta unduhan di Google Play Store dengan rating 4.3 dari 11 ribu lebih ulasan, serta rating serupa di App Store. Fitur-fitur utama aplikasi meliputi:
- Kutipan pinjaman instan.
- Pelacakan portofolio investasi bagi pemberi dana.
- Pasar sekunder (sedang dalam pengembangan).
Ulasan pelanggan umumnya positif mengenai kemudahan penggunaan dan suku bunga yang kompetitif, namun beberapa mengeluhkan proses pencairan yang lambat dan respons layanan pelanggan. Pencairan dana dilakukan melalui transfer bank ke bank-bank besar di Indonesia, sementara penagihan didukung oleh pengingat otomatis, rujukan hukum, dan perlindungan asuransi.
Status Regulasi dan Perlindungan Konsumen
Sebagai platform yang berizin OJK, Akseleran tunduk pada pengawasan ketat. Salah satu fitur perlindungan konsumen yang menonjol adalah asuransi pokok pinjaman yang beragunan, yang mencakup 99% dari pokok pinjaman dalam kasus gagal bayar. Selain itu, Akseleran berkomitmen pada pengungkapan yang transparan mengenai suku bunga, biaya, dan statistik gagal bayar melalui dasbor publiknya.
Meskipun demikian, sektor pendanaan P2P tidak luput dari tantangan. Rasio Tingkat Wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) Akseleran sempat melonjak signifikan menjadi 54,89% pada Juni 2025 (data historis terbaru yang tersedia pada sumber, mencerminkan periode sulit bagi industri), terutama terkonsentrasi pada enam eksposur korporasi besar. Hal ini memicu pemantauan OJK dan mendorong Akseleran untuk memperketat ambang batas persetujuan kredit dan mengurangi batas pinjaman untuk peminjam tunggal. Sebagai respons, Akseleran menerapkan manajemen risiko yang ketat, termasuk agunan yang kuat, asuransi pokok, dan pencadangan dinamis.
Perbandingan dengan Pesaing dan Saran Praktis
Akseleran beroperasi di pasar P2P lending Indonesia yang kompetitif, bersaing dengan platform lain seperti Investree, Funding Societies, KoinWorks, Amartha, dan Alami. Diferensiasi utama Akseleran terletak pada fokusnya pada pinjaman UMKM produktif dengan penilaian kredit yang disesuaikan, cakupan agunan yang tinggi, dan asuransi pokok pinjaman. Akseleran menargetkan disbursement pinjaman sebesar Rp 4 triliun pada tahun 2024, setelah berhasil menyalurkan Rp 2,9 triliun pada tahun 2023.
Kemitraan strategis dengan bank-bank besar seperti BCA, kamar dagang lokal, dan penyedia dompet elektronik juga membantu Akseleran dalam proses KYC dan distribusi. Akseleran melayani lebih dari 2.000 UMKM peminjam dan lebih dari 100.000 pemberi dana terdaftar pada tahun 2020, dengan target pertumbuhan yang ambisius.
Saran Praktis bagi Calon Peminjam
Bagi UMKM yang mempertimbangkan pinjaman dari Akseleran, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
- Evaluasi Kebutuhan Anda: Pastikan Anda memahami jenis pinjaman yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, apakah itu modal kerja, pembiayaan invoice, atau lainnya.
- Pahami Syarat dan Ketentuan: Baca dengan cermat semua detail mengenai suku bunga, biaya provisi, denda keterlambatan, dan persyaratan agunan. Jangan ragu untuk bertanya jika ada yang kurang jelas.
- Siapkan Dokumen Lengkap: Proses pengajuan akan lebih lancar jika semua dokumen yang dibutuhkan (seperti laporan keuangan, laporan bank, dan dokumen identitas) sudah siap.
- Pertimbangkan Risiko: Meskipun Akseleran menawarkan asuransi pokok untuk pinjaman beragunan, penting untuk selalu memahami risiko yang melekat pada setiap pinjaman dan kemampuan Anda untuk membayar kembali.
- Manfaatkan Teknologi: Gunakan aplikasi seluler atau situs web Akseleran untuk memantau status aplikasi dan pembayaran Anda secara efisien.
Sebagai platform pendanaan P2P yang berizin OJK, Akseleran telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia melalui solusi pembiayaan yang inovatif dan terregulasi. Meskipun menghadapi tantangan industri, upaya Akseleran dalam mitigasi risiko dan ekspansi layanan menjadikannya pilihan yang patut dipertimbangkan bagi UMKM yang mencari akses modal.