Suku Bunga Bank Sentral: 6.75%
menu

UangMe

Dalam lanskap ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang, layanan keuangan berbasis teknologi atau fintech telah menjadi tulang punggung bagi jutaan individu dan usaha kecil. Salah satu pemain kunci dalam sektor pinjaman digital adalah UangMe, sebuah platform yang menawarkan akses kredit cepat dan tanpa agunan kepada masyarakat yang belum terlayani secara optimal oleh lembaga keuangan tradisional. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif profil UangMe, mulai dari latar belakang perusahaan hingga saran praktis bagi calon peminjam, dengan tujuan memberikan panduan informatif dan objektif.

Gambaran Umum Perusahaan dan Latar Belakang di Indonesia

UangMe beroperasi di bawah entitas hukum PT UangMe Fintek Indonesia, yang didirikan pada tahun 2018. Perusahaan ini telah mendapatkan izin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor lisensi KEP-4/D.05/2021 sejak Januari 2021. Status berizin OJK ini menegaskan komitmen UangMe terhadap kepatuhan regulasi dan perlindungan konsumen, menjadikannya pilihan yang lebih aman dibandingkan platform pinjaman ilegal.

Sebagai bagian dari SuperAtom Fintech Group, UangMe didukung oleh investor ventura terkemuka seperti Gobi Partners dan Nue3 Capital. SuperAtom memegang saham pengendali, dan UangMe berfungsi sebagai platform utama pinjaman peer-to-peer (P2P) miliknya. Model bisnis ini memungkinkan individu pemberi pinjaman untuk berinvestasi dan menyalurkan dana langsung kepada peminjam melalui aplikasi seluler dan situs web UangMe.

Target pasar utama UangMe adalah warga negara Indonesia yang belum memiliki akses perbankan memadai atau disebut underbanked, dengan rentang usia 18 hingga 55 tahun, yang membutuhkan akses cepat ke dana tanpa jaminan. Manajemen UangMe dipimpin oleh Purnama Sutedi sebagai Presiden Direktur, Johnny Li sebagai Direktur dan Co-Founder (juga SVP di SuperAtom Fintech), serta Scarlett Xiao sebagai CEO dan Founder SuperAtom Fintech Group yang mengawasi pertumbuhan strategis.

Produk dan Layanan Pinjaman yang Ditawarkan UangMe

UangMe menyediakan dua lini produk pinjaman utama yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan finansial masyarakat:

  • Pinjaman Pribadi/Dana Tunai: Ini adalah pinjaman jangka pendek yang menawarkan dana tunai dengan tenor fleksibel. Cocok untuk kebutuhan mendesak atau pengeluaran tak terduga.
  • Pinjaman Cicilan (BNPL - Buy Now Pay Later): Produk ini menawarkan tenor pembayaran yang lebih panjang, mulai dari 30 hari hingga 3, 6, atau 12 bulan. Pinjaman cicilan dapat digunakan untuk pembelian barang atau pengeluaran yang lebih besar, memungkinkan peminjam melunasi dana secara bertahap.

Jumlah pinjaman yang ditawarkan UangMe bervariasi. Peminjam dapat mengajukan pinjaman mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 20.000.000 untuk limit digital, dan bahkan hingga Rp 50.000.000 untuk varian promosi atau pasar tertentu. Semua produk pinjaman UangMe bersifat tanpa agunan, yang berarti peminjam tidak perlu menyediakan jaminan fisik seperti properti atau kendaraan. Cukup dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang valid dan rekening bank pribadi.

Suku Bunga, Biaya, dan Ketentuan UangMe

Sebagai platform pinjaman digital, UangMe memiliki struktur suku bunga dan biaya yang transparan sesuai dengan regulasi OJK:

  • Tingkat Persentase Tahunan (APR): APR standar berkisar antara 18% hingga 36% untuk produk reguler. Namun, untuk pinjaman jangka pendek tertentu, APR bisa mencapai 109,5%. Penting bagi calon peminjam untuk memahami bahwa APR yang tinggi seringkali berlaku untuk pinjaman dengan tenor yang sangat singkat, yang secara perhitungan harian mungkin terlihat kecil namun jika disetahunkan menjadi besar.
  • Bunga Harian: Suku bunga harian UangMe adalah 0,03% per hari.
  • Biaya Layanan/Admin: UangMe mengenakan biaya layanan sebesar 0,266% per hari dari pokok pinjaman, yang akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%.
  • Denda Keterlambatan: Jika terjadi keterlambatan pembayaran, peminjam akan dikenakan biaya denda. Umumnya, biaya denda keterlambatan berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per cicilan yang terlewat, namun angka pastinya dapat bervariasi tergantung produk pinjaman dan akan diinformasikan secara jelas dalam aplikasi.
  • Pajak: Selain PPN atas biaya layanan, ada juga Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 yang dipotong dari pengembalian pemberi pinjaman sebesar 15% jika memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau 30% jika tidak. Ini tidak secara langsung memengaruhi peminjam namun bagian dari struktur pendanaan P2P.
  • Tenor dan Jadwal Pembayaran: Pilihan tenor meliputi 30 hari, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan. Untuk pinjaman cicilan, pembayaran dilakukan setiap bulan, sedangkan untuk produk 30 hari, pembayaran dilakukan secara sekaligus.

Semua informasi mengenai suku bunga, biaya, dan ketentuan pinjaman akan ditampilkan secara transparan di dalam aplikasi UangMe sebelum peminjam menyetujui perjanjian pinjaman. Hal ini sejalan dengan prinsip perlindungan konsumen yang diatur oleh OJK.

Proses Pengajuan dan Persyaratan

UangMe dikenal dengan proses pengajuan pinjaman yang cepat dan sepenuhnya digital, tanpa perlu kunjungan fisik ke kantor cabang. Berikut adalah langkah-langkah dan persyaratan umum:

  1. Saluran Pengajuan: Pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi seluler UangMe yang tersedia di Google Play Store (untuk Android) dan Apple App Store (untuk iOS), atau melalui situs web resmi UangMe di uangme.id.
  2. Verifikasi Identitas (KYC): Peminjam diminta untuk mengunggah foto KTP dan melakukan selfie untuk proses verifikasi identitas. UangMe menggunakan teknologi OCR (Optical Character Recognition) untuk memvalidasi data KTP.
  3. Penautan Rekening Bank: Peminjam harus menyediakan nomor rekening bank pribadi yang valid dari bank-bank besar di Indonesia seperti BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Danamon, atau Permata. Rekening ini akan digunakan untuk pencairan dana dan pembayaran cicilan.
  4. Penilaian Kredit: UangMe memanfaatkan algoritma kecerdasan buatan (AI) dan machine learning canggih untuk menilai kelayakan kredit. Penilaian ini menggunakan data tradisional (seperti laporan pendapatan dan riwayat perbankan) serta data alternatif (misalnya penggunaan seluler dan metadata sosial). Model penilaian perilaku ini disempurnakan oleh teknologi milik SuperAtom.
  5. Pencairan Dana: Setelah pengajuan disetujui, dana pinjaman akan langsung ditransfer ke rekening bank yang terdaftar dalam waktu kurang dari 1 menit. Ini merupakan salah satu keunggulan UangMe yang paling sering dipuji pengguna.
  6. Metode Pembayaran Kembali: Pembayaran cicilan dapat dilakukan melalui transfer bank, nomor rekening virtual, atau melalui gerai minimarket seperti Alfamart/Alfamidi, memberikan fleksibilitas bagi peminjam.

Untuk keamanan data, UangMe telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 untuk manajemen keamanan informasi, menegaskan komitmennya terhadap perlindungan data pribadi pengguna.

Fitur Aplikasi Seluler dan Pengalaman Pengguna

Aplikasi seluler UangMe adalah inti dari pengalaman pengguna, dengan rating yang cukup tinggi di Google Play Store (4.4 dari 5 bintang dari 487 ribu ulasan dan lebih dari 10 juta unduhan). Beberapa fitur utama yang ditawarkan aplikasi ini meliputi:

  • Simulasi Pinjaman: Pengguna dapat dengan mudah melakukan simulasi jumlah pinjaman dan tenor untuk melihat estimasi cicilan.
  • KYC Digital: Proses verifikasi identitas yang mudah dan cepat langsung dari aplikasi.
  • Pelacakan Pencairan: Peminjam dapat memantau status pencairan dana secara real-time.
  • Jadwal Pembayaran: Informasi detail mengenai jadwal dan jumlah pembayaran cicilan yang harus dilakukan.
  • Keamanan: Aplikasi dilengkapi dengan login biometrik (sidik jari/pengenalan wajah) dan penyimpanan data terenkripsi untuk menjaga keamanan informasi pengguna.

UangMe juga aktif di ranah digital lainnya, dengan situs web resmi uangme.id yang tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris, serta kehadiran aktif di media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram (@uangme_indonesia) untuk berinteraksi dengan pengguna dan memberikan informasi terbaru.

Status Regulasi dan Perizinan

Salah satu aspek terpenting yang harus diperhatikan calon peminjam adalah status regulasi perusahaan. UangMe telah beroperasi sebagai platform P2P lending berlisensi penuh di bawah pengawasan OJK sejak 2018, dan mendapatkan izin formal pada Januari 2021 (KEP-4/D.05/2021). Selain itu, UangMe juga merupakan anggota dari asosiasi industri fintech terkemuka di Indonesia, yaitu Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH).

Kepatuhan UangMe terhadap peraturan OJK mencakup batasan suku bunga maksimum, pengungkapan biaya secara transparan, dan perlindungan konsumen. Perusahaan juga secara rutin melaporkan portofolio pinjaman, tingkat gagal bayar, dan kecukupan modal kepada OJK. Hingga September 2025, tidak ada catatan publik mengenai sanksi atau tindakan penegakan hukum terhadap UangMe.

Dalam rangka perlindungan konsumen, UangMe menampilkan peringatan risiko secara jelas di aplikasi: “Transaksi ini berisiko tinggi. Pinjamlah secara bertanggung jawab.” Ini adalah langkah penting untuk mengingatkan peminjam agar selalu berhati-hati dan menyesuaikan pinjaman dengan kemampuan finansial mereka. UangMe juga menyediakan dukungan pelanggan 24/7 melalui hotline dan email.

Ulasan Pelanggan, Posisi Pasar, dan Perbandingan Kompetitor

Ulasan pengguna UangMe secara umum positif, terutama di Google Play Store, memuji kecepatan dan kemudahan proses pengajuan serta pencairan dana yang instan (seringkali dalam 1 menit). Banyak pengguna menghargai proses tanpa jaminan yang memungkinkan akses dana cepat.

Namun, beberapa keluhan umum mencakup suku bunga APR yang tinggi untuk pinjaman jangka pendek, batas maksimal pinjaman yang terbatas pada saluran digital (Rp 20 juta), dan terkadang terjadi penundaan dalam verifikasi KYC saat jam sibuk. Kualitas layanan pelanggan umumnya responsif, meskipun ada beberapa laporan tentang resolusi yang lambat selama periode puncak.

UangMe menempati posisi yang kuat di pasar fintech Indonesia, berada di antara 10 pemberi pinjaman fintech teratas berdasarkan unduhan aplikasi dan volume dana yang disalurkan. UangMe juga diakui sebagai Top 50 Inclusive Fintech secara global pada tahun 2020. Di tengah persaingan ketat dengan pemain besar lain seperti Kredivo, Akulaku, Tunaiku, dan Home Credit, UangMe membedakan diri melalui fokusnya pada segmen underbanked dan kecepatan yang didorong oleh AI dalam proses penilaian kredit.

Sejak didirikan, UangMe menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat, dengan nilai pinjaman yang disalurkan tumbuh 73,4 kali lipat dan pertumbuhan pengguna terdaftar 8,3 kali lipat. Perusahaan berencana untuk memperluas penawaran BNPL dan mengintegrasikan dompet digital di masa mendatang.

Saran Praktis untuk Calon Peminjam

Meskipun UangMe menawarkan solusi finansial yang cepat dan mudah, penting bagi calon peminjam untuk tetap bijak dan bertanggung jawab. Berikut adalah beberapa saran praktis:

  • Evaluasi Kebutuhan Anda: Pinjamlah hanya jika benar-benar diperlukan dan untuk tujuan yang jelas (misalnya, kebutuhan mendesak, modal usaha produktif). Hindari pinjaman untuk konsumsi yang tidak penting.
  • Pahami Ketentuan Pinjaman: Baca dan pahami secara cermat semua syarat, ketentuan, suku bunga, dan biaya yang berlaku. Pastikan Anda mengerti total biaya yang harus dibayar.
  • Hitung Kemampuan Bayar: Sebelum mengajukan, hitunglah kemampuan finansial Anda untuk membayar cicilan tepat waktu. Jangan memaksakan diri mengambil pinjaman yang melebihi kapasitas Anda.
  • Manfaatkan Simulasi Pinjaman: Gunakan fitur simulasi pinjaman di aplikasi UangMe untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang cicilan bulanan atau total pembayaran.
  • Bandingkan dengan Pilihan Lain: Meskipun UangMe menawarkan keunggulan, tidak ada salahnya membandingkan dengan penawaran dari kompetitor berizin OJK lainnya untuk memastikan Anda mendapatkan produk yang paling sesuai.
  • Jaga Riwayat Kredit: Melunasi pinjaman tepat waktu akan membangun riwayat kredit yang baik, yang dapat mempermudah Anda mendapatkan akses ke pinjaman lebih besar di masa depan.

UangMe, dengan kombinasi proses digital cepat, penilaian kredit berbasis AI, dan lisensi OJK, telah memposisikan diri sebagai pilihan yang andal bagi konsumen Indonesia yang mencari pinjaman tanpa agunan yang cepat. Pertumbuhan pesat dan pengakuan industri yang didukung oleh investor terkemuka menegaskan kepemimpinannya dalam ekosistem fintech inklusif di Indonesia.

Informasi Perusahaan
3.34/5
Pakar Terverifikasi
James Mitchell

James Mitchell

Pakar Keuangan Internasional & Analis Kredit

Pengalaman lebih dari 8 tahun menganalisis pasar pinjaman dan sistem perbankan di 193 negara. Membantu konsumen membuat keputusan finansial yang tepat melalui riset independen dan panduan ahli.

Diverifikasi 3 hari yang lalu
193 Negara
12.000+ Ulasan